HOME ยป POLITIK
POLITIK
Kamis, 07 Desember 2017 , 17:10:00 WIB

Kepala Puskesmas 7 Ulu dan Staf Diperiksa Penyidik







RMOL. Hilangnya nyawa seorang bocah SD (Sekolah Dasar) yakni Jumiani  (9) usai disuntik imunisasi di Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diselenggarakan Puskesmas 7 Ulu di tiap sekolah, menjadi perhatian dan sorotan tiap kalangan.

Polresta Palembang khusunya penyidik Reskrim Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polresta Palembang, memanggil Kepala Puskesmas 7 Ulu, dr Rusnita beserta staf, pada Rabu (6/12) kemarin untuk dilakukan pemeriksaan.

"Untuk pemeriksaan terkait imunisasi yang diselenggarakan oleh pihak Puskesmas 7 Ulu tersebut memang telah dilakukan penyidik," ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB, melalui Kepala Humas, Iptu Samsul.

Namun, Samsul mengungkapkan, pemeriksaan masih berupa keterangan saksi, dan akan memanggil memanggil juga saksi ahli untuk mengerucutkan permasalahan ini.

"Untuk sementara masih sebagai saksi, penyidik juga masih perlu mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan saksi ahli juga akan kita lakukan, guna mengerucutkannya hingga permasalahan ini selesai," katanya.

Ditegaskan Samsul, pihaknya akan menindak siapapun yang terlibat di dalamnya jika terbukti tewasnya korban warga Jalan Panca Usaha Lorong Parlopa RT 55 RW 12 No 31 / 2621 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I pada Jumat (10/11) pagi, akibat kelalaian atau keteledoran.

"Tentunya penyidik masih terus mendalami penyebab kematian korban, jika nanti ditemukan adanya kelalaian atau keteledoran, baik dari pihak puskesmas atapun dinas kesehatan itu sendiri pasti akan dilakukan tindak tegas," terang Samsul.

Ditambahnya, ada 10 hingga 12 pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepada para saksi.

"Ya kita bersabar dulu, karena sedang dalam prosesnya. Kita berdoa ini segera terungkap, dan mendapatkan hasil yang terbaik," pungkasnya.[sri/sandy]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :